Yayasan Mtra Aksi menjadi bagian konsorsium Kehijau Berbak bersama dengan Perkumpulan Gita Buana dan Walestra. Konsorsium ini ditugaskan untuk mengerjakan salah satu program dari MCA-I untuk mendorong partisipasi dalam praktik pertanian berkelanjutan, seperti halnya kegiatan pertanian konservasi di lanskap Berbak. Pertanian konservasi adalah suatu tindakan yang tepat dan layak guna mengatasi penggundulan dan degradasi hutan terkait pertanian di lanskap pertanian tropis.

Kegiatan yang telah dilakukan dalam program ini adalah melakukan survei karakterisasi desa menggunakan metode PRA (termasuk loka karya dan FGD) dan pengumpulan data dasar baik dari catatan semua lokakarya dan FGD yang dilakukan dan menyiapkan laporan karakterisasi desa.

Dari laporan karakterisktik desa yang dihasilkan akan menjadi dasar untuk melakukan asesmen (penilaian) untuk memperkirakan dampak lingkungan dan dampak secara sosial – gender dari program ini baik potensi atau aktual yang diperkirakan akan merugikan, serta bagaimana dampak ini bisa diatasi. Ini akan mencakup bagaimana perempuan dan kelompok rumah tangga rentan bisa ikut serta dalam program dan manfaatnya ias dinikmati secara adil.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di 16 desa di sekitar Tahura Sekitar Tanjung dan TN Berbak, secara administratif terletak di tiga wilayah kecamatan, di dalam wilayah dua kabupaten (Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur), Provinsi Jambi. Desa-desa ini dipilih karena berdampingan dengan Tahura dan TN Berbak, yang diperkirakan menerima dampak proyek dan/atau berpotensi memberikan dampak secara berarti terhadap kelestarian kedua kawasan konservasi tersebut.