Agustus 31, 2017 Kabar, Program Tidak ada Komentar

Gubernur Jambi, Zumi Zola mengimbau sekaligus mengajak petani tidak membakar lahan untuk bercocok tanam, tetapi lebih menerapkan teknologi.

Hal itu disampaikan Zola saat dialog bersama kelompok tani di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjabtim.

Zola mengajak agar masyarakat pengelolaan dan pembukaan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah diberikan seperti hand tractor yang merupakan bantuan program pemerintah.

“Tadi kami pemerintah Provinsi Jambi telah memberikan bantuan alsintan, ada juga hand tracktor. Penerapan teknologi saya pikir tepat untuk membantu petani dan saya harap dapat dimanfaatkan,” kata Zola, Kamis (31/8).

Pengelolaan lahan dengan cara membakar, kata Zola, masyarakat akan mendapatkan kerugian yang sangat besar. Selain itu lahan yang dibakar akan berkurang kesuburannya.

“Saya berterima kasih sekali atas contoh yang diberikan, saya sendiri banyak belajar di sini penggunaan pupuk organik yang terbukti lebih baik dari pupuk kimia anorganik. Kami akan mengkaji dan bekerjasama untuk meningkatkan pertanian di Kabupaten Tanjung Timur dan kabupaten-kabupaten lain menggunakan sistem yang sama,” kata Zola.

Sementara itu, Hambali selaku Ketua Pengurus Mitra Aksi mengatakan lahan pertanian yang saat ini mereka garap adalah tempat belajar sehari-hari.

“Bersama petani yang ada di salah satu wilayah Tanjung Jabung Timur, kita kembangkan sebagai pusat pembelajaran. Itu untuk pengelolaan lahan gambut harus dilihat zonasi karena tidak semua lahan gambut itu bisa dijadikan budidaya tapi juga ada yang harus dilindungi sebagai daerah resapan air kemudian memang ada yang untuk budidaya tapi dengan tanaman yang adaptif yang cocok dengan kondisi lahan gambut di situ,” jelasnya.

Dijelaskan, di tempat ini para petani mulai belajar bagaimana cara membuka lahan yang benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan alam.

“Jadi kalau dia membuka lahan tentu yang diharapkan alam itu tidak boleh dibakar karena kalau dibakar cacing juga akan mati yang selama ini membantu petani, dan dampaknya juga akan menimbulkan asap, itu hanya bisa subur untuk tanaman jangka pendek dan itu hanya dua musiman, karena karbonnya akan semakin banyak. Karena itu harus carikan jalan keluar supaya petani tidak membakar, maka ada teknologinya,” tandasnya.

 

Sumber: Onlinejambi.com

Written by Mitra Aksi