Untuk memperbaiki lahan pertanian kritis, mengurangi emisi gas rumah kaca dari tatakelola lahan gambut yang tidak terencana serta mengurangi pembukaan lahan baru di lanskap Berbak penting untuk segera dilakukan. Yayasan Mitra Aksi bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Lingkungan (YLBHL) dan Yayasan Gita Buana bekerjasama dengan Indonesian Climate Change Trust Fund (ICCTF) melakukan kegiatan melalui Peningkatan Kewirausahaan (enterpreunership) petani kecil dan perbaikan sistem pertanian yang rendah emisi (Increased smallholder incomes aligned with reduced GHG emissions) diharapkan akan memberikan output (luaran) sebagai berikut :

  1. Masyarakat di laskap Berbak tidak membuka kanal baru untuk pertanian dan perkebunan/Community-based ‘zero drainageplantation established in the Tahura and landscape Berbak;
  2. Petani kecil melakukan intensifikasi dan diversifikasi komoditas pertanian non sawit secara berkelanjutan di lanskap Berbak (Sustainable intensification and diversification of non-palm oil smallholders in Berbak landscape).

 

Kegiatan utama yang akan dilakukan mengambil lokasi di tiga kecamatan yang berada di wilayah lanskap Berbak yaitu Kecamatan Berbak, Kecamatan Dendang dan Kecamatan Rantau Rasau.
Ketiga kecamatan tersebut menjadi salah satu areal gambut terbakar yang sangat luas pada tahun 2015 (± 6.000 ha). Lahan gambut yang tersebar di kecamatan-kecamatan ini mempunyai ketebalan 1-8 meter.

Dari ketiga kecamatan ini, kegiatan akan difokuskan pada enam desa yang meliputi

  1. Desa Rawasari, kecamatan Berbak,
  2. Desa Jati Mulya Kecamatan Rantau Rasau dan
  3. Desa Dendang,
  4. Catur Rahayu,
  5. Sido Mukti,
  6. Koto kandis Kecamatan Dendang

 

 

Adapun kegiatan utama yang akan dilakukan meliputi :

  1. Peningkatan Partisipasi, Kesadaran dan Pendidikan Masyarakat untuk restorasi lahan gambut  lanskap Berbak;
  2. Program Spesies Alternatif (TASP) untuk konservasi lanskap Berbak
  3. Peningkatan Sumber Kehidupan Petani Kecil Berbasis Pertanian Pangan dan Agroforesty tanpa bakar dan membuka kanal baru di lanskap Berbak dan
  4. Peningkatan kapasitas smallhoders enterpreuneur dalam mengakses  Pasar Modern Inklusif (IMM).

Disamping kegiatan utama di atas, akan dilengkapi dengan kegiatan pendukungnya, yaitu,

  1. Dukungan investasi sarana produksi untuk peningkatan produksi bagi petani kecil agar memenuhi permintaan pasar modern;
  2. Monitoring dan evaluasi partisipatif model The Community Livelihood and Agriculture Program (CLAPP); dan
  3. Dokumentasian hasil-hasil pembelajaran (knowledge transformation) bagi petani dan pemangku kepentingan di lanskap Berbak