Maret 13, 2016 Program Tidak ada Komentar

Dalam rangka menyiapkan tenaga-tenaga fasilitator dan pengorganisir masyarakat perdesaan yang handal, Yayasan Mitra Aksi memulai satu program pendidikan reguler ‘Sekolah Danau Pauh’. Dinamakan demikian, karena penyelenggaraannya dipusatkan di stasiun lapangan Mitra Aksi di Dusun Danau Pauh, Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi. Para peserta pendidikan adalah 11 orang (2 perempuan, 9 laki-laki) yang direkrut dan diseleksi sejak bulan November 2015. Mereka adalah lulusan baru dari berbagai perguruan tinggi di Jambi. Setelah mengikuti pendidikan, mereka akan langsung ditempatkan di tiga kabupaten (Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, dan Kerinci) lokasi program baru (2016-2017) Mitra Aksi untuk pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat, pemulihan lahan gambut, pengembangan pertanian berkelanjutan, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sejak November 2015, Mitra Aksi mulai melaksanakan ‘Program Pertanian Ramah Lingkungan & Murah Biaya’ di empat desa (Pulau Tengah, Muara Madras, Renah Alai, dan Rantau Kermas) dalam kawasan penyangga (buffer zone) Taman Nasional Kerinci Seblat. Desa-desa tersebut menjadi tempat praktik lapangan bagi para peserta pendidikan selama tiga bulan penuh (awal Februari – akhir April 2016). Selama masa pendidikan tersebut, para peserta akan menjalani pelatihan intensif tentang (1) Metodologi Riset Aksi Partisipatif; (2) Strategi Pengorganisasian Masyarakat, (3) Sistem Informasi Geografis untuk perencanaan pembangunan desa; (4) Teknik Penulisan Kreatif untuk pelaporan dan produksi pengetahuan lokal; dan (5) Ketrampilan Dasar Praktis dalam pertanian organik, produksi energi terbarukan, pemanfaatan agensi hayati, dan pelestarian ekosistem pertanian pedesaan.

in_class

Kegiatan dalam kelas (di stasiun lapangan Mitra Aksi di Danau Pauh)

out_class

Kegiatan di luar kelas (praktik lapangan di lima desa program)

‘Sekolah Danau Pauh’ adalah bagian dari jaringan Sekolah Transformasi Sosial (STS) INSIST yang berbasis di Yogyakarta. Beberapa pegiat senior dari jaringan INSIST menjadi fasilitator dan narasumber utama. Mereka adalah Roem Topatimasang, Ahmad Mahmudi, Nurhady Sirimorok, Asfriyanto, Doni Hendro Cahyono, dan Tan Jo Hann. Mereka dibantu oleh koordinator program (Parlan) dan para fasilitator lapangan Mitra Aksi (Dogie Irawan, Abdullah, John Lovita, dan Sulaiman) yang bertugas di wilayah tersebut.

Written by Mitra Aksi