Bermufakat, Memulihkan, Menjaga Ruang dan Sumber Kehidupan.

Bermufakat, Memulihkan, Menjaga Ruang dan Sumber Kehidupan.

@mitraaksi

Tindakan-tindakan kecil tapi nyata mulai dilakukan oleh para petani yang ada di dataran Tinggi Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin, Kecamatan Jangkat. Para petani pakar mulai mengorganisir kelompok-kelompok tani di desanya. Pemulihan lahan-lahan kritis mulai dilakukan dengan memperbaiki kandungan unsur hara tanah. Gerakan bertani selaras alam atau bertani tidak harus merusak alam mulai digaungkan oleh petani kader didukung oleh pemerintah desa dan tokoh adat, alim ulama dan cerdik pandai. Upaya mengembalikan kesubaran tanah dimulai dengan menyusun rencana kerja bersama di setiap desa. Dengan menggunakan data biofisik tanah yang dihasilkan melalui riset aksi dan uji laboratorium. Para petani kader bersama tim lapangan Mitra Aksi mulai membuat peta zonasi lahan-lahan kritis yang akan dipulihkan kesuburannya. Perbaikan secara organik mulai dilakukan. Dimulai dengan praktek membuat pupuk organik padat dan cair dengan memanfaatkan bahan atau media yang ada disekitar mereka seperti; kotoran ternak, kulit kopi, dedaunan, jerami, dedak dan lain-lain yang selama ini dibuang atau dibakar. Tiap kelompok tani, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) mulai bergerak secara terorganisir membuat pupuk organik padat dan cair yang langsung didampingi oleh tim fasilitator lapangan Mitra Aksi.

Untuk meyakinkan para petani terhadap pupuk organik (padat dan cair) hasil produksi mereka sendiri, dilakukan uji katalis dan laboratorium terhadap unsur hara yang terkandung dalam pupuk organik hasil buatan mereka dengan membandingkan dengan pupuk sintesis (pabrik) yang selama ini mereka beli.
“Selama ini kami tidak tahu mengolahnya. Ternyata semua yang ada disekitar kami bisa diolah dan digunakan untuk menjadi pupuk organik yang kualitasnya lebih bagus dari pupuk yang kami beli. Untuk membuatnya juga tidak terlalu sulit dan tidak memerlukan biaya yang mahal”, kata Pak tigaroda salah seorang petani yang dipersiapkan menjadi petani pakar

Proses pembelajaran pemulihan ruang kehidupan tidak berhenti pada kegiatan pembuatan pupuk organik padat dan cair. Petani Pakar juga dilatih membuat biopestisida alam dari bahan ataua media yang ada disekitar mereka. Dilatih teknis mengolah lahan tanpa bakar, teknis budidaya tanaman pangan dan agroforestry berdasarkan zonasi tataguna lahan, teknis permurnian benih lokal, perbanyak tananam secara vegetatif dan teknis pengolahan pasca panen. Semua pelatihan diatas diberikan sebagai pengetahuan dan ketrampilan dasar bagi para petani pakar dalam mengorganisir diri dan kelompok/masyarakat dalam upaya pemulihan lahan kritis yang selama ini menjadi maasalah utama mereka dalam meningkatkan kesejahteraannya. Disisi lain yang lebih strategis adalah upaya mengembalikan pengetahuan dan sikap dasar petani sebagai seorang peneliti dilahannya sendiri. Bagi kerja-kerja konservasi, upaya diatas adalah langkah konkrit untuk mengembalikan fungsi ekosistem sekaligus melindungi kawasan hutan yang tersisa untuk dijadikan kebun atau lahan budidaya yang selama ini menjadi alasan petani, “membuka hutan untuk dijadikan kebun karena lahan yang ada tidak lagi subur !!”.

Comments are closed.