SALAM ORGANIK ASYIKKK DARI KWT KREASI KREATIF MANDIRI DESA MUARA MADRAS

SALAM ORGANIK ASYIKKK DARI KWT KREASI KREATIF MANDIRI DESA MUARA MADRAS

Berawal dari pelatihan pembuatan pupuk organik yang dilakukan oleh Mitra Aksi bekerjasama dengan TFCA Sumatera pada bulan Oktober 2018 lalu, yang diikuti oleh para petani yang tergabung dalam kelompok petani yang berada di enam wilayah dampingan Mitra Aksi yakni Desa Muara Madras, Desa Pulau Tengah, Desa Renah Alai, Desa Koto Renah, Desa Koto Rawang dan Desa Renah Pelaan. Berangkat dari sinilah, inisiatif dari ibu – ibu yang mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik mulai tertarik dan merasa tergerak untuk mengembangkan pertanian organik lebih intensif di lahan mereka sebagai langkah – langkah strategis dalam memperkenalkan dan mempopulerkan gerakan pertanian organik kepada masyarakat yang berada di Desa Muara Madras khususnya. Oleh karena itu, muncullah ide ibu – ibu peserta pelatihan yang ingin didampingi lebih ekstra. Mitra Aksi langsung mengakomodir gagasan dan inisiasi ibu – ibu tersebut dengan membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Kreatif Kreasi Mandiri yang beranggotakan 20 orang. Setelah terbentuk KWT Kreasi Kreatif Mandiri, ibu – ibu yang tergabung dalam kelompok ini melakukan ±13 kali pertemuan dan gotong – royong. Untuk pertemuan yang dilakukan sebanyak 3 kali mereka bermusyawarah guna menentukan langkah – langkah strategis sebagai rencana kerja untuk KWT yang akan disepakati bersama seperti menentukan lahan untuk pertanian yang akan digarap dan rencana kerja kelompok untuk jangka pendek serta jangka panjang. Rencana tersebut salah satunya tertuang dalam kesepakatan gotong-royong bersama rutin dalam pengerjaan pembukaan lahan pertanian organik tanpa bakar. Lahan milik anggota KWT ini setiap prosesnya dikerjakan oleh mereka sendiri,
dimulai dari membersihkan lahan, mempersiapkan pupuk organik yang mereka buat sendiri, memasang mulsa, membuat lubang tanam bibit dan menanam bibit. Tanaman yang dibudidayakan diantaranya ada terong, kol, kangkung, bunga matahari, jagung manis, cabe rawit, daun prei dan kacang buncis. Dalam ±10 kali gotong – royong bersama, KWT berhasil menyelesaikan penanaman bibit yang dilakukan secara tumpang sari.

Wawancara dengan Ibu Essi Anggraini (bendahara KWT Kreasi Kreatif Mandiri), Doc. mi

Para ibu yang tergabung dalam kelompok KWT yang diketuai oleh Ibu Nurazizah ini berkomitmen untuk selalu menjaga kekompakan dan semangat kelompok untuk terus mengembangkan pertanian organik berkelanjutan yang aman, sehat dan ramah lingkungan. Karena itu, mereka rutin melakukan pertemuan dan gotong – royong setiap hari Sabtu dimana ibu – ibu anggota KWT melaksanakan tugas seperti rapat dengan anggota dan pendamping, melakukan pembersihan kebun dan penyiraman secara rutin, serta mengamati tanaman guna memastikan tanaman tersebut cukup pupuk dan air serta terhindar dari serangan hama penyakit. Selain itu, pula ibu – ibu ini telah sadar tentang pentingnya memberdayakan perempuan di desa tersebut, sehingga ketika ada anggota KWT yang tidak hadir maka mereka memberlakukan denda yang berlaku untuk seluruh anggota tanpa terkecuali.

Hasil panen pertanian organik KWT ini dijual ke pasar hasil, kemudian hasil penjualannya akan dijadikan khas kelompok, sedangkan sebagian lagi dikonsumsi sendiri untuk anggota kelompok.
Pada penanaman selanjutnya akan ditambah lagi menanam bibit ubi jalar dan talas (keladi pikul), dari hasil panennya ini nantinya kelompok akan mengolahnya menjadi tepung dan aneka macam keripik, dodol serta kue khas lainnya yang akan dijadikan sebagai produk andalan makanan/jajanan khas dari KWT Kreasi Kreatif Mandiri.

Di Desa Muara Madras terdapat sekitar 5 KWT yang mengembangkan industri kecil pengolahan kopi, keripik, dsb. Akan tetapi untuk Pertanian organik, KWT Kreasi Kreatif Mandiri adalah satu-satunya KWT yang menggalakkan pertanian organik dan mengolah produk makanan organik tersebut secara mandiri. Dari hasil dampingan Mitra Aksi, para anggota KWT ini sudah mampu membuat pupuk organik sendiri dan mengembangkan pengolahan lahan tanpa bakar. Dengan demikian, kemajuan dari para anggota KWT dalam mengembangkan sistem pertanian organik menjadi trendsetter bagi KWT dan kelompok tani lainnya dalam menyediakan pangan yang terjamin pengolahannya, aman, sehat dan ramah lingkungan. Seperti visi, misi dan motto bersama KWT yakni

Visi     : Kreasi, Kreatif dan Mandiri
Misi
1. Hasil pertanian organic mampu meningkatkan kesejahteraan anggota dan kelompok.
2. Meningkatkan Penghasilan tambahan untuk KWT.
3. Menghasilkan produk olahan alami yang aman, sehat dan ramah lingkungan.
Motto : Salam Organik Kompak Semangat! *


Oleh : Tika Puspita Sari

Comments are closed.